REVIEW NOVEL HUJAN

Novel terbaru karangan Tere Liye berjudul Hujan yang menceritakan kehidupan seorang gadis bernama Lail, salah satu korban selamat dari bencana gunung meletus skala 8 VEI.

FT : MU vs ARSENAL 3-2

MU sukses meraih tiga poin setelah sukses mengalahkan Arsenal. Marcus Rashford, pemain berusia 18 tahun menjadi bintang dengan mencetak dua gol dan sat assist.

AYAT-AYAT CINTA 2

Sebuah novel karya Habiburrahman El Shirazy, merupakan lanjutan dari Ayat-Ayat Cinta 1 yang mengkisahkan hidup seorang muslim Indonesia bernama Fahri.

REMBULAN TENGGELAM DI WAJAHMU

Sebuah review novel karya Tere Liye. Novel yang mengisahkan jawaban atas pertanyaan berkecamuk milik Ray atas apa yang ia peroleh sepanjang hidupnya.

FT : SUNDERLAND VS MU 2-1

Bertandang ke Stadium of Light, MU justru kembali tersungkur. Perjalanan menembus empat besar pun kian sulit.

DILAN

Sebuah novel karya Pidi Baiq yang mengangkat kisah percintaan anak SMA. Ceritanya ringan dan menggemaskan.

FT : CHELSEA vs MU 1-1

Bertandang ke Stamford Bridge, MU harus puas berbagi angka. Sempat unggul melalui gol Jesse Lingard, gol Diego Costa pada menit ke-90 memupus harapan MU untuk membawa pulang poin penuh.

NEGERI DI UJUNG TANDUK

Sebuah review Novel karya Tere Liye : Negeri di Ujung Tanduk

Minggu, 28 Februari 2016

FT : MU vs ARSENAL 3-2


Glory Glory Man. United ! Matchday 27 Liga Inggris mempertemukan Big Match MU vs Arsenal yang berlangsung di Old Trafford. Pada pertemuan pertama di Emirates, Arsenal sukses menggulung MU dengan skor cukup meyakinkan, 3-0. MU pun ingin membalas kekalahan tersebut guna menjaga peluang untuk bisa masuk ke posisi empat besar. Di sisi  lain, Arsenal juga tak ingin mengalah karena ingin terus menempel Leicester City yang saat ini bertengger di puncak klasemen, unggul lima poin atas Arsenal.

Cederanya beberapa pemain pilar seperti Wayne Rooney, Anthony Martial, Fellaini, Smalling dan Schweinsteiger, menuntut MU harus memasukkan beberapa pemain muda untuk mengisi kekosongan posisi yang ditinggalkan oleh mereka. Pemain muda yang beruntung dan mendapat kesempatan untuk menjadi starting line-up pada pertandingan ini adalah Guillermo Varela dan Marcus Rashford. Rashford yang saat ini berusia 18 tahun, tengah menjadi sorotan tatkala sukses mencetak dua gol pada laga debutnya di Liga Eropa saat melawan Mijtyland FC pada ajang Liga Eropa. Pertandingan melawan Arsenal ini, menjadi debutnya di Liga Inggris. Pemain muda lainnya yang juga menghiasi bangku cadangan MU adalah Riley, Fosu-Mensah, dan James Weir. Pasangan pemain belakang MU pun terbilang cukup unik dengan menduetkan Michael Carrick dan Daley Blind.


Pada awal babak pertama, Arsenal langsung memberikan tekanan saat Monreal sukses melepaskan tendangan membahayakan yang masih mampu diselamatkan oleh De Gea. Dibalik peluang Monreal tersebut, berawal dari Mesut Ozil yang akhir-akhir ini bermain gemilang dengan menciptakan banyak assist untuk kawan-kawannya. Peluang terbaik MU hadir saat free kick Memphis Depay masih jatuh tepat di pelukan Petr Cech. Pada menit ke-29, MU sukses unggul melalui gol yang dicetak oleh Marcus Rashford. Berawal dari tusukan di sisi kanan, Varela yang melakukan overlap memberikan crossing mendatar dan menciptakan sebuah kemelut di depan gawang Petr Cech. Rashford yang dalam posisi bebas tanpa kesulitan menaklukkan Petr Cech. Tiga menit berselang, Rashford kembali mencetak gol, kali ini melalui kepalanya memanfaatkan assist Jesse Lingard. Arsenal sukses memperkecil kedudukan melalui eks pemain MU, Danny Wellbeck, yang sukses memanfaatkan assist Mesut Ozil melalui free kick. Babak pertama berakhir dengan skor 2-1 untuk keunggulan MU. Pertandingan babak pertama terlihat cukup menarik dengan kedua tim silih berganti melakukan serangan. Untuk Arsenal, tampak kesulitan untuk mengembangkan permainan, terutama saat masuk ke sepertiga daerah pertahanan MU.


Memasuki babak kedua, tensi pertandingan tetap tinggi dengan agresifitas kedua tim. MU sukses mencetak gol ketiga melalui Ander Herrera. Marcus Rashford kembali memegang peranan penting dalam lahirnya gol ini. Berawal dari serangan balik, Rashford yang berlari di sisi kanan mengecoh perhatian para pemain belakang Arsenal dan memberikan assist untuk Ander Herrera yang berdiri bebas di depan kotak penalty Arsenal. Herrera melepaskan tendangan dan sempat membentur badan Laurent Koscielny sehingga bolanya sedikit berubah arah dan mengecoh Petr Cech. Skor 3-1 untuk MU. Empat menit berselang, Arsenal kembali memperkecil kedudukan melalui gol Mesut Ozil. Bola liar tendangan Wellbeck yang sukses diselamatkan De Gea, langsung disambut tendangan keras Ozil ke sudut yang tak lagi mampu diamankan oleh De Gea. 


Situasi pertandingan sempat memanas saat Ramsey dan Herrera terlibat duel. Hukuman kartu kuning pun dijatuhkan untuk keduanya. Pemandangan menarik juga terlihat di sisi lapangan saat Van Gaal melakukan sebuah aksi yang cukup menggelitik. Sepertinya dia seolah ingin menunjukkan ketidakpuasannya terhadap keputusan wasit. Padahal, seperti yang kita ketahui, Van Gaal sangat jarang berdiri di pinggir lapangan. Pada pertandingan ini Van Gaal juga memberi kesempatan bermain kepada pemain muda lainnya, yakni Fosu-Mensah yang menggantikan Rojo serta Weir yang menggantikan Herrera. Bagi keduanya, ini merupakan laga debut. Hingga pertandingan berakhir, MU sukses mempertahankan keunggulan dengan skor akhir 3-2. 

Hasil ini membuat MU masih bertahan di posisi lima dengan koleksi 44 poin tertinggal 3 poin atas Man. City yang pada pekan ini tidak bertanding karena menjalani laga Final Capital One Cup melawan Liverpool. Sementara bagi Arsenal, kekalahan ini membuat posisinya turun ke posisi tiga, tergeser oleh Tottenham yang sukses meraih kemenangan atas Swansea. Kemenangan ini pun dapat menjadi suntikan moral bagi para pemain MU, terutama para pemain muda MU. Man of The Match patut disandangkan oleh Rashford yang tampil gemilang dengan mencetak dua gol dan satu assist. Rashford pun menyamai pencapaian pemain MU sebelumnya, yakni Ruud Van Nistelrooy dan James Wilson yang sukses mencetak dua gol dalam laga debut di Liga Inggris. Keep Glory Glory Man. United!

Source Picture :
Twitter : @ManUtd; @ManUtd_ID; @indomanutd; @UtdIndonesia; UtdIndonesiaJKT

AYAT-AYAT CINTA 2 (Review)


Penulis : Habiburrahman El Shirazy
Tebal : 697 halaman
Penerbit : Republika
Rp 95.000,00 (online via www.bukukita.com plus bonus buku Ayat-Ayat Cinta 1)
Rp 80.750,00 (www.gramedia.com)

Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahman El Shirazy (biasa dikenal juga sebagai 'Kang Abik') yang pertama kali terbit pada tahun 2004 silam merupakan salah satu novel yang cukup fenomenal. Pada tahun 2008, Ayat-Ayat Cinta diangkat ke layar lebar dan sukses menarik penonton dengan jumlah yang cukup fantastis. Ayat-Ayat Cinta menjadi awal dari karya-karya beliau yang tak kalah populer seperti Ketika Cinta Bertasbih, Ketika Cinta Bertasbih 2, Bumi Cinta, Dalam Mihrab Cinta, Cinta Suci Zahrana, dan Api Tauhid. Saat mendengar kabar bahwa Ayat-Ayat Cinta 2 sudah terbit dan mulai dipasarkan akhir tahun 2015 lalu, saya langsung bergerak cepat untuk bisa membeli novel yang satu ini. Novel beliau yang selalu menyisipkan unsur islami serta pesan dakwah menjadi salah satu alasan mengapa saya sangat menyukai karya-karya beliau.

Ayat-Ayat Cinta mengisahkan seorang pemuda muslim Indonesia bernama Fahri yang dalam kesehariannya selalu berusaha untuk menjadi pribadi muslim sejati meskipun kian sulit di era seperti sekarang ini. Dikisahkan bahwa Fahri menyelesaikan pendidikan tingginya di Universitas Al Azhar Kairo, kemudian melanjutkan Ph.D-nya di Universitas Freiburg, Jerman dan saat ini mengambil post-doc di Universitas Edinburgh, Skotlandia. Latar Ayat-Ayat Cinta 2 ini memang terpusat di sekitaran Skotlandia, khususnya Edinburgh tempat Fahri menempuh pendidikannya saat ini.

Pada awal cerita, pembaca langsung dibuat terkejut tatkala diceritakan bahwa Fahri telah berpisah dengan istri tercintanya, Aisha. Pembaca pasti akan menebak-nebak apakah Aisha telah bercerai dengan Fahri atau ada alasan lain yang membuat Fahri berpisah dengan Aisha. Selanjutnya, konflik terarah kepada keseharian Fahri yang harus hidup di tengah-tengah tetangganya yang mayoritas adalah non muslim. Mereka inilah yang akan membawa peranan besar dalam membawa alur cerita Fahri di Ayat-Ayat Cinta 2. Berikut adalah tetangga Fahri yang ada diceritakan dalam novel ini :
Nenek Caterina - Seorang nenek Yahudi yang sangat taat dan tinggal menyendiri, sementara anaknya (bukan anak kandung) justru tidak peduli terhadap ibunya sendiri. 
Nona Janet dan kedua anaknya, Keira dan Jason - Sebuah keluarga Nasrani yang sangat membenci umat islam (Islamophobia) terkait insiden Bom London yang menewaskan salah satu anggota keluarga mereka. Mereka mendengar kabar bahwa pelakunya adalah muslim.
Brenda - Seorang wanita Nasrani yang tinggal seorang diri, cukup baik, ramah dan peduli terhadap tetangganya. Awalnya ia suka hidup mewah dan suka mabuk-mabukan.
Sabina - Seorang wanita muslimah yang rusak wajahnya dan hidup dengan mengemis 
Kebencian Keira dan Jason terhadap islam sering dilimpahkan kepada Fahri berupa beberapa tindakan yang cukup mengusik ketenangan hidup Fahri. Fahri pun melancarkan beberapa misi dengan tujuan untuk meluruskan pola pikir Keira dan Jason. Tentunya, bukan melalui jalan kekerasan karena Fahri berpikir jika jalan tersebut yang ia pilih justru akan semakin menambah dalam luka mereka. Sabina yang tinggal menumpang di rumah Fahri pun turut membantu, terutama dalam merawat Nenek Caterina. Konflik lainnya berkutat pada batin Fahri yang masih belum bisa melepas kepergian Aisha, sementara saran agar Fahri segera menikah lagi semakin besar. Puncaknya, saat ia dicalonkan dengan wanita asal Turki yang bernama Hulya yang seakan memiliki kemiripan dengan Aisha. Diterima atau tidaknya Hulya, silahkan dibaca sendiri novelnya, hehee ... Ada cerita menarik juga mengenai Sabina yang sebaiknya lebih enak jika pembaca langsung membaca novelnya.

Overall, konflik yang ada pada novel ini cenderung lebih soft dibandingkan dengan Ayat-Ayat Cinta 1. Seakan tidak ada klimaks yang 'WOW' seperti saat Fahri menang di pengadilan saat Ayat-Ayat Cinta 1. Misteri tentang 'ada apa dan bagaimana Aisha saat ini?' pun sebenarnya sudah bisa ditebak di tengah-tengah cerita. Tokoh Fahri di Ayat-Ayat Cinta 2 pun dapat dianggap jauh lebih sempurna dibandingkan Ayat-Ayat Cinta 1, pasti banyak pembaca yang berkomentar mengenai tokoh Fahri yang terlalu sempurna.

Lantas, apakah novel ini masih recommended untuk dibaca? Saya jawab masih. Jujur, yang saya harapkan dari novel ini bukan hanya sekedar cerita, namun lebih kepada pesan yang coba disampaikan penulis kepada para pembacanya. Pesan dakwah dan muatan ilmu islami di dalamnya sangat kental. Beberapa diskusi dan debat ilmiah yang dilakoni Fahri seakan terbayang seperti tokoh 'Zakir Naik' yang saat ini terkenal juga akan kepiawaiannya dalam berdebat tentang keislaman. Kesempurnaan tokoh Fahri di novel ini pun kiranya untuk menggambarkan bagaimana pribadi seorang muslim seharusnya. Tokoh Fahri mungkin terlalu sempurna bagi kita, namun bukankah seharusnya kita menuntut diri untuk berperilaku sepertinya. Gaya menulis Kang Abik yang detail juga menjadi keunggulan bagi karya-karyanya. Bahkan mengenai latar, saya berpendapat bahwa ia mampu memancing pembacanya untuk bisa menggambarkan bagaimana kondisi keindahan di Edinburgh, Skotlandia. So, silahkan dicoba untuk membaca novel Ayat-Ayat Cinta 2 ini. Saya pun mulai membayangkan apabila novel ini difilmkan dengan Fedi Nuril sebagai Fahri, lalu siapa yang akan menjadi Hulya, Keira, Jason, dan Sabina?

Semoga bermanfaat.


Minggu, 14 Februari 2016

REMBULAN TENGGELAM DI WAJAHMU (REVIEW)


Penulis : Darwis 'Tere Liye'
Penerbit : Republika
Tebal : 425 Halaman
Harga : Rp 51.000,00 (online by www.gramedia.comwww.bukukita.com)

Usai membaca beberapa novel karangan Tere Liye sebelumnya, seperti Negeri di Ujung Tanduk, Berjuta Rasanya, Sepotong Hati yang Baru, serta Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah, saya jadi ketagihan untuk membaca karya-karya beliau selanjutnya. Setelah memilah-milah, akhirnya saya putuskan untuk membaca novelnya yang berjudul 'Rembulan Tenggelam di Wajahmu'. Cover novel ini memperlihatkan seseorang yang sedang duduk sembari menatap matahari tenggelam di sore hari. Alur ceritanya cukup menarik dengan kisah perjalanan hidup yang penuh dengan drama menjadi fokus utama novel ini. Terselip juga sisi romantisme dan komedi yang menjadi bumbu penyedap. Seperti pada umumnya novel karya Tere Liye, selalu ada makna dan nilai yang dapat diambil oleh para pembacanya. Banyak quotes menarik yang dapat membuat pembacanya tersihir oleh makna didalamnya. 

Novel 'Rembulan Tenggelam di Wajahmu' menceritakan perjalanan hidup seorang pria bernama Rehan yang sejak balita sudah yatim piatu dan tinggal di panti asuhan. Ia sangat gemar memandangi rembulan. Ketika ada masalah pun, ia lebih senang mencari tempat yang agak tinggi, lalu menikmati indahnya rembulan. Rehan sangat membenci panti asuhan tempat ia tinggal mengingat perilaku kasar dan kegemaran buruk sang pemilik panti yang suka mengambil sebagian hak anak yatim. Saat berusia remaja, ia memutuskan untuk pergi dari panti. Selanjutnya, Rehan lebih dikenal sebagai Ray. Ia sempat tinggal di sebuah rumah singgah. Bersama dengan anak-anak rumah singgah lainnya, ia pun berkarya demi mewujudkan cita-citanya. Ketika impiannya sudah di depan mata, sebuah insiden buruk terjadi. Ray pun memutuskan untuk keluar dari rumah singgah dan merantau seorang diri.

Bermula dari menjadi seorang mandor, Ray perlahan sukses membangun karir bisnisnya. Ia pun sukses besar berbagai macam proyek pembangunan, baik gedung bertingkat tinggi maupun jalan layang. Tak dapat dipungkiri lagi, ia pun terkenal sebagai salah seorang pebisnis muda yang sukses. Ia juga dikaruniai seorang istri cantik nan jelita serta baik hati yang setia menemani Ray setiap saat. Namun, istri tercintanya tersebut harus meninggalkan dirinya lebih awal untuk menghadap Sang Pencipta. Sepeninggal istrinya, Ray masih menekuni bisnisnya. Saat memasuki usia senja, waktunya banyak dihabiskan keluar-masuk rumah sakit seiring tubuhnya yang rentan akan penyakit.

Dibalik semua cerita kehidupan Ray, ia menyimpan banyak pertanyaan berkecamuk dalam pikirannya. Rasa sesal dan benci bahkan ungkapan rasa tak bersyukurnya pada Tuhan pernah beberapa kali tertanam dalam hatinya. Lima pertanyaan besar Ray dalam hidupnya adalah sebagai berikut :
Pertama : Apakah semua manusia, termasuk Ray, tidak pernah memiliki kesempatan untuk memilih saat akan dilahirkan? Haruskah Ray tinggal di panti asuhan yang pemiliknya kasar dan suka mengambil sebagian hak anak yatim?
Kedua : Apakah hidup ini memang adil? Ray merasa hidup ini telah merenggut senyum teman-temannya saat mereka kecewa karena gagal mencapai impiannya ketika mimpi tersebut telah terasa di depan mata.
Ketiga : Ketika Ray telah bahagia mendapatkan seorang istri cantik nan jelita, serta membuat hidupnya kini lebih baik, mengapa takdir begitu cepat memanggil nyawa istri tercintanya?
Keempat : Setelah meraih kesuksesan bisnis luar biasa, mengapa Ray masih merasa ada rasa hampa dan kosong dalam dirinya seolah masih ada sesuatu yang ia rasa belum tercapai?
Kelima : Ketika memasuki usia senja, mengapa Ray harus sakit berkepanjangan, keluar-masuk rumah sakit demi mendapatkan perawatan?  
Semua jawaban dari pertanyaan Ray tersebut diceritakan bagaikan Ray menelusuri ulang perjalanan hidupnya sejak ia kecil ketika masih tinggal di panti. Seolah hidup ini menuntunnya sekaligus mengajarkannya untuk melihat lebih jelas dan detail dari sudut pandang yang sebelumnya mungkin belum pernah dlihat Ray. Hingga akhirnya, ia melihat kenyataan-kenyataan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Seolah semua kejadian dalam hidupnya bagai rantai yang tak pernah putus menghubungkan satu sama lain. Ia pun harus ikhlas dan berlapang dada atas segala fakta yang baru ia ketahui tersebut.

Bagi para pembaca, kisah Ray ini akan mengajarkan kepada kita banyak hal. Semua kejadian di dunia ini pasti memiliki makna, baik ataupun buruk. Semua kejadian juga memiliki rangkaian sebab-akibat yang mungkin selama ini luput dari penglihatan kita. Selalu berbuat dan berprasangka baik adalah salah satu cara efektif dalam memandangi hidup. Saya pribadi sangat merekomendasikan novel ini. Kisahnya dapat menjadi wisata fiksi menarik bagi pembacanya. Sekali lagi, karya Tere Liye ini patut diacungi jempol.

Berikut beberapa quotes dari novel 'Rembulan Tenggelam di Wajahmu' :

"... mereka yang menyadari kalau tidak ada yang sia-sia dalam kehidupan akan selalu berbuat baik. Setiap keputusan yang akan mereka ambil, setiap kenyataan yang harus mereka hadapi, kejadian-kejadian menyakitkan, kejadian-kejaidan menyenangkan, itu semua akan mereka sadari sebagai bagian dari siklus bola raksasa yang indah, yang akan menjadi sebab-akibat bagiorang lain. Dia akan selalu berharap perbuatannya berakibat baik ke orang lain"

"Kita bisa menukar banyak hal menyakitkan yang dilakukan orang lain dengan sesuatu yang lebih hakiki, lebih abadi. Rasa sakit yang timbul karena perbuatan aniaya dan menyakitkan itu sementara. Pemahaman dan penerimaan tulus dari kejadian menyakitkan itulah yang abadi"

"Apa pun bentuk kehilangan itu, ketahuilah cara terbaik untuk memahaminya adalah selalu dari sisi yang pergi. Bukan dari sisi yang ditinggalkan ..."

"Kau mirip sekali seperti anak kecil yang sudah memiliki mainan, saat melihat anak lain mendapatkan mainan yang baru, kau juga menginginkannya"

"... aku tidak membutuhkan itu semua. Rumah besar, mobil, berlian. Bagiku kau ikhlas dengan semua yang kulakukan untukmu. Ridha atas perlakuanku padamu. Itu sudah cukup"

"... begitulah kehidupan. Ada yang kita tahu. Ada pula yang tidak kita tahu. Yakinlah, dengan ketidak-tahuan kita. Mungkin saja Tuhan sengaja melindungi kita dari tahu itu sendiri"

Sabtu, 13 Februari 2016

TERSUNGKUR LAGI, MU KIAN SULIT TEMBUS EMPAT BESAR


Glory Glory Man. United ! Pekan ini Liga Primer Inggris telah memasuki matchday 26 dan MU akan melakoni pertandingan tandang melawan Sunderland di Stadium of Light. Saat ini posisi MU masih tertahan di posisi lima dengan koleksi 41 poin, terpaut lima poin dari Man. City di posisi empat. Perlu diketahui bahwa empat tim teratas di klasemen Liga Inggris akan saling berhadapan pekan ini, yakni Man. City berhadapan dengan Tottenham Hotspurs di Etihad Stadium serta Arsenal yang menjamu sang pemuncak klasemen saat ini, Leicester City di Emirates. Hasil pertandingan tersebut dipastikan akan semakin membuat persaingan di papan atas kian panas.

Louis Van Gaal tidak terlalu banyak melakukan perubahan pada starting line-up. Fellaini yang dalam dua pertandingan sebelumnya diturunkan sejak menit pertama, kali ini tidak terlihat bahkan di daftar nama bangku cadangan pun tidak tercantum namanya. Michael Carrick mengisi pos yang ditinggalkan Fellaini, bahu membahu bersama Morgan Schneiderlin di lini tengah. Rooney, Martial, Mata dan Lingard masih menjadi pilihan utama sebagai barisan penggedor.


Babak pertama baru berjalan 3 menit, Sunderland sukses membuat kejutan dengan mencetak gol melalui free kick cantik Khazri. De Gea yang salah membaca pergerakan bola, terlambat mengantisipasi dan harus rela gawangnya terbobol di menit awal. MU pun tertinggal 1-0. Sunderland terus menekan dan hampir menambah gol andai Defoe mampu memanfaatkan kemelut di depan gawang De Gea beberapa menit pasca gol pertama terjadi. Pergerakan Khazri dan Defoe di awal pertandingan ini cukup membahayakan lini pertahanan MU. Sebuah kejutan terjadi saat Van Gaal memasukkan pemain muda, yakni Donald Love menggantikan Darmian yang mengalami cedera. Donald Love pun mencatatkan debutnya pada laga ini dengan mengenakan kostum bernomor punggung 37. Usianya saat ini 21 tahun. Memasuki menit 39, Martial sukses membawa MU menyamakan kedudukan setelah memanfaatkan bola rebound sepakan Juan Mata yang sebelumnya diselamatkan oleh Mannone. Melalui sudut sempit, Martial melakukan chip cantik dan gol penyama kedudukan pun tercipta. Hingga babak pertama usai, skor masih 1-1.


Memasuki babak kedua, tuan rumah masih bermain agresif dan pergerakan Khazri pada laga ini patut diacungi jempol. De Gea melakukan penyelamatan gemilang saat menepis sepakan M'Vila. Beberapa menit kemudian, free kick Khazri hampir saja berbuah gol lagi, namun kali ini De Gea mampu melakukan sebuah penyelamatan gemilang. Malapetaka pun hadir saat Sunderland sukses unggul kembali, tepatnya di menit 82. Berawal dari sepak pojok, tandukan Kone gagal diantisipasi dengan sempurna oleh De Gea dan justru bergulir ke gawang sendiri. Memphis Depay sempat menciptakan peluang namun tendangannya masih mampu diselamatkan oleh Mannone. Hingga pertandingan usai pun MU tak mampu mencetak gol sehingga harus rela pulang dengan tangan hampa.

Donald Love, 21 Tahun, Melakoni Laga Debut di Pertandingan Ini

Hasil negatif ini kian mempersulit langkah MU untuk masuk dalam jajaran empat besar dan bukan tidak mungkin posisi MU akan tergeser oleh West Ham United andaikan mereka sukses membungkan Norwich City pada matchday ini. Tak dapat dipungkiri, Van Gaal akan semakin dihujani kritik. Tengah pekan ini MU akan  menghadapi Midtjylland pada babak 32 besar Liga Eropa dan akhir pekan akan menjamu Shrewsburry pada laga piala FA. Pekan selanjutnya, laga berat telah menanti MU saat menjamu Arsenal di Old Trafford dalam lanjutan Liga Inggris. Keep Glory Glory Man. United!

Source Picture :
Twitter : @ManUtd; @ManUtd_ID; @indomanutd; @UtdIndonesia; UtdIndonesiaJKT

Senin, 08 Februari 2016

BERMAIN IMBANG, MU GAGAL TIPISKAN JARAK DENGAN EMPAT BESAR



Glory Glory Man. United! Libur panjang akhir pekan ini semakin lengkap dengan Big Match matchday 25 Liga Inggris antara Chelsea vs Man. United yang akan berlangsung di Stamford Bridge. Dapat dikatakan kedua tim ini sedang sakit, yakni Chelsea yang masih berkutat di papan menengah ke bawah, serta Man. United yang inkonsisten dengan performanya hingga terlempar ke posisi lima. Jika ingin memperbaiki posisi di klasemen, maka poin penuh menjadi hasil wajib bagi kedua tim. Duel ini juga menjadi ajang pembuktian antara Thibaut Courtois (Chelsea) dan David de Gea (Man.United) guna membuktikan diri siapa yang lebih baik di dataran Britania Raya.


Susunan pemain Man. United tidak terlalu banyak perubahan. Penampilan apik Cameron Borthwick-Jackson pada posisi bek kiri, membuatnya kembali mengisi starting line-up. Trio penyerang Man. United yang sempat menggila saat melawan Stoke City, juga diturunkan, yakni Wayne Rooney, Anthony Martial dan Jesse Lingard. Ajang reuni juga bagi Juan Mata mengingat beberapa waktu lalu ia masih berseragam biru milik Chelsea. 

Pada awal babak pertama, Man. United lebih mendominasi permainan dan sukses membuat Thibaut Courtois kalang kabut. Tendangan Martial dari sisi kiri pun gagal membuahkan gol akibat diselamatkan oleh Courtois. Sundulan Fellaini pun masih melebar tipis hasil dari sepak pojok. Crossing mendatar yang cukup cantik dari Darmian pun gagal diselesaikan dengan baik oleh para penyerang MU. Chelsea yang tertekan, perlahan bangkit menjelang babak pertama usai. Beberapa peluang emas tercipta dan David de Gea tampil prima dengan melakukan beberapa penyelamatan penting. Sepakan John Terry di penghujung babak pertama sempat mengenai siku dari Daley Blind, namun wasit tak bergeming untuk menunjuk titik putih. Babak pertama pun berakhir dengan skor 0-0.



Babak kedua berjalan, MU masih memegang kendali permainan. Martial dan Rooney beberapa kali melakukan silih berganti mengancam gawang Chelsea dan Courtouis lagi-lagi sigap menyelamatkan gawangnya. Bencana bagi Chelsea saat, Kurt Zouma harus ditandu keluar pertandingan akibat mengalami masalah pada kakinya pasca salah posisi akibat terjatuh. Posisinya diganti oleh Gary Cahill. Tidak lama setelah itu tepatnya pada menit 61, MU sukses mencetak gol melalui Jesse Lingard. Berawal dari crossing Borthwick-Jackson di sisi kiri, Jesse Lingard mengontrol bola cukup baik dan langsung melesakkan tendangan spektakuler ke sudut gawang yang gagal dijangkau oleh Courtois. Alur pertandingan pun berubah, Chelsea yang ngotot untuk mencetak gol cenderung mendominasi pertandingan dan MU justru lebih bertahan. Cesc Fabregas sempat mengancam dari sisi kanan serta first time Ivanovic masih belum mampu menaklukan tangguhnya David de Gea di bawah mistar gawang. Beberapa kali pergerakan Edin Hazard dan Diego Costa pun juga cukup berbahaya. Pada penghujung pertandingan, lini belakang MU lengah saat melepaskan kawalan terhadap Diego Costa. Borthwick Jackson yang sedikit terlambat maju ke depan sehingga Costa lolos dari jebakan offside serta Smalling dan Blind yang tak melihat pergerakan Costa, berakibat fatal atas lahirnya gol Chelsea. Costa yang tinggal berhadapan dengan De Gea tak menemui kesulitan berarti. Skor pun berubah menjadi 1-1. Rooney sempat membuka asa saat, namun tendangannya masih melambung di atas gawang Chelsea. Pertandingan pun berakhir dengan skor 1-1.



Hasil ini pun membuat MU tertahan di posisi lima klasemen tertinggal 12 poin dari Leicester City yang kini duduk di posisi teratas serta tertinggal enam poin dari Man. City yang posisinya juga merosot pekan ini akibat takluk ditangan Leicester City di Etihad Stadium. Chelsea juga masih tertahan di posisi 13 klasemen. Persaingan di papan atas Liga Primer memang semakin sengit, bahkan Tottenham Hotspur kini bertengger di posisi kedua klasemen berkat tren positif performanya sejauh ini. Penampilan Tottenham akan kembali diuji saat melawan Man. City pekan depan. Leicester pun juga harus menghadapi laga berat dengan bertandang ke Emirates Stadium melawan Arsenal. MU relatif menghadapi laga yang lebih ringan saat bertandang ke Stadium of Ligth melawan Sunderland. Target realistis saat ini adalah mengembalikan MU ke posisi empat besar. Keep Glory Glory Man. United!

Source Picture :
Twitter : @ManUtd; @ManUtd_ID; @indomanutd; @UtdIndonesia; UtdIndonesiaJKT