REVIEW NOVEL HUJAN

Novel terbaru karangan Tere Liye berjudul Hujan yang menceritakan kehidupan seorang gadis bernama Lail, salah satu korban selamat dari bencana gunung meletus skala 8 VEI.

FT : MU vs ARSENAL 3-2

MU sukses meraih tiga poin setelah sukses mengalahkan Arsenal. Marcus Rashford, pemain berusia 18 tahun menjadi bintang dengan mencetak dua gol dan sat assist.

AYAT-AYAT CINTA 2

Sebuah novel karya Habiburrahman El Shirazy, merupakan lanjutan dari Ayat-Ayat Cinta 1 yang mengkisahkan hidup seorang muslim Indonesia bernama Fahri.

REMBULAN TENGGELAM DI WAJAHMU

Sebuah review novel karya Tere Liye. Novel yang mengisahkan jawaban atas pertanyaan berkecamuk milik Ray atas apa yang ia peroleh sepanjang hidupnya.

FT : SUNDERLAND VS MU 2-1

Bertandang ke Stadium of Light, MU justru kembali tersungkur. Perjalanan menembus empat besar pun kian sulit.

DILAN

Sebuah novel karya Pidi Baiq yang mengangkat kisah percintaan anak SMA. Ceritanya ringan dan menggemaskan.

FT : CHELSEA vs MU 1-1

Bertandang ke Stamford Bridge, MU harus puas berbagi angka. Sempat unggul melalui gol Jesse Lingard, gol Diego Costa pada menit ke-90 memupus harapan MU untuk membawa pulang poin penuh.

NEGERI DI UJUNG TANDUK

Sebuah review Novel karya Tere Liye : Negeri di Ujung Tanduk

Minggu, 24 Januari 2016

KALAH ATAS SOUTHAMPTON, MU GAGAL LANJUTKAN TREN POSITIF



Glory Glory Man. United! Liga Inggris kembali hadir pada akhir pekan ini dan telah memasuki Matchday 23. Pekan ini, Man. United akan bertanding di Old Trafford dan akan menjamu Southampton. Saat ini MU berada di posisi lima dengan koleksi 37 poin, tertinggal dua poin dari Tottenham Hotspurs di posisi empat. Dapat dikatakan, moral para pemain MU saat ini sedang bagus seiring hasil positif yang mereka raih di awal 2016. Terutama bagi sang kapten, yang sukses membuka kran golnya dengan selalu mencetak gol dalam empat pertandingan terakhir. Dan apabila pada pertandingan nanti ia mencetak gol lagi, maka ia dapat memperpanjang tren positifnya.


Secara komposisi pemain, tidak terlalu banyak perubahan. Januzaj yang pada pertengahan musim lalu dipinjamkan ke Borussia Dortmund, pada pertandingan ini sudah berada di bangku cadangan. Schweisnteiger masih belum bisa dimainkan lantaran belum fit 100% pasca cedera yang dialaminya, sebaliknya Scneiderlin sudah siap untuk tampil sejak menit pertama.


Babak Pertama
Babak pertama berjalan cukup menarik. Southampton mampu mengimbangi permainan MU dengan melakukan possesion yang cukup baik dan tidak terburu-buru untuk menyerang. Beberapa kali, serangannya cukup mengancam gawang De Gea, salah satunya melalui Shane Long namun sayangnya ia gagal mengontrol bola dengan baik sehingga dengan mudah diselamatkan oleh De Gea. MU tampak masih kesulitan untuk masuk ke daerah kotak penalty lawan. Beberapa percobaan shoot oleh Wayne Rooney masih belum menemui sasaran. Daley Blind yang mencoba melakukan tembakan dari luar kotak pun masih terlalu mudah untuk diselamatkan pejaga gawang Southampton, Fraser Foster.


Babak Kedua
Masuknya Juan Mata menggantikan Fellaini, serangan MU menjadi lebih efektif. Kurang lebih pada 10 menit awal babak kedua, MU mampu mendominasi pertandingan dan menciptakan beberapa peluang. Namun dari peluang yang tercipta, belum ada yang benar-benar mengancam gawang Southampton dan cenderung masih off target. Southampton yang bermain disiplin, sesekali sempat mengancam gawang De Gea melalui serangan. Salah satunya saat sundulan Shane Long masih melambung di atas mistar. Malapetaka hadir pada menit ke-87, saat Southampton sukses mencetak gol melalui pemain anyar mereka, Charlie Austin. Berawal dari free-kick, sundulan pemain yang baru saja ditransfer dari QPR ini tak mampu dihalau oleh De Gea. MU pun tertinggal 0-1. Demi mengejar ketertinggalan, Januzaj masuk menggantikan Borthwick-Jackson. Alih-alih menyamakan kedudukan, MU justru hampir kecolongan lagi saat Romeu memanfaatkan kelengahan lini belakang MU. Beruntung, De Gea masih mampu menjaga gawangnya dari kebobolan. Pada detik-detik terakhir, Fans MU nyaris saja bersorak andai kata tendangan Januzaj tak melebar di sisi gawang Southampton. Hingga peluit akhir, MU gagal mencetak gol dan harus rela menelan kekalahan. 

Hasil ini sungguh sangat mengecewakan. Momentum positif yang sudah tercipta di awal 2016 pun ternoda dengan hasil pahit ini. Posisi MU di klasemen pun semakin tertinggal oleh tim di atasnya, seperti Tottenham Hotspurs yang kini unggul lima poin berkat kemenangan 3-1 atas Crystal Palace. Leicester City pun tak mau kalah dan untuk sementara berada di puncak klasemen pasca menaklukkan Stoke City 3-0, unggul sepuluh poin atas MU. Apabila ingin tetap melatih di MU, Van Gaal benar-benar harus segera membereskan cara bermain MU. Sangat terlihat bahwa permainan MU minim kreativitas, bahkan pada saat menang melawan Liverpool pekan lalu. Hal ini pun dipertegas dengan statistik pertandingan yang memperlihatkan shoot on target MU sangat minim. Keep Glory Glory Man. United!

Source Picture :
Twitter : @ManUtd; @ManUtd_ID; @indomanutd; @UtdIndonesia; UtdIndonesiaJKT

Minggu, 17 Januari 2016

CETAK GOL LAGI, ROONEY BAWA MU MERAIH KEMENANGAN


Glory Glory Man. United! Pekan ini merupakan pekan yang luar biasa mengingat MU akan menjalani laga Big Match, yakni kontra Liverpool di Anfield. Pertemuan keduanya selalu menyajikan laga penuh gengsi sebagai dua tim tersukses di Inggris. Laga The Reds (Liverpool) vs The Red Devils (Man. United) akan mempertemukan Van Gaal dan Klop untuk pertama kalinya di ajang Liga Inggris. Keduanya diyakini bakal tampil ngotot untuk meraih kemenangan guna memperbaiki posisi di klasemen. Sebelum pertandingan ini, Liverpool berada di posisi sembilan dengan 31 poin, sementara MU berada di posisi lima unggul tiga poin di atas Liverpool. 

Untuk starting line-up, tidak terlalu banyak perubahan. Rooney yang pada awal tahun ini sudah mulai membuka kran golnya, diharapkan akan kembali mencetak gol pada laga ini. Untuk lini tengah, Schneiderlin dan Herrera akan saling bahu membahu untuk mengirim bola kepada Martial, Lingard dan Rooney di depan. Fellaini juga diturunkan sebagai pengrusak irama permainan lawan.



Babak Pertama
Di awal pertandingan, tempo pertandingan berjalan cukup lambat. Perlahan namun pasti, Liverpool yang bertindak sebagai tuan rumah mampu menciptakan beberapa peluang emas. Melalui umpan-umpan panjang, Liverpool sempat mengancam melalui Firminho dan Milner, namun tendangannya masih belum menemui sasaran. Pemain-pemain Liverpool terkesan agak terburu-buru dalam menyelesaikan peluang dan lebih sering melakukannya dari luar kotak penalty. Sementara MU, hanya sedikit melakukan tendangan ke arah gawang, terhitung hanya dua kali tendangan, namun tak tepat sasaran. Skor bertahan 0-0.



Babak Kedua
Babak kedua berjalan, Liverpool masih tetap agresif. Tempo pertandingan mulai meningkat saat Liverpool mulai sering memberikan ancaman bagi gawang De Gea. Firminho, Henderson, Lallana, dan Milner silih berganti mengancam gawang MU. Penampilan ciamik pun ditunjukkan oleh De Gea saat beberapa kali menyelamatkan gawang MU. Peluang terbaik MU hadir melalui Martial, namun tendangannya masih melebar tipis di sisi gawang Mignolet. Di saat belum ada satupun shoot on target bagi MU, shoot on target pertama langsung berbuah gol melalui Wayne Rooney di menit ke-78. Rooney memanfaatkan bola liar di mulut gawang Mignolet pasca sepak pojok. Ini merupakan kesalahan para pemain bertahan Liverpool yang justru lebih tertarik mengawal Fellaini sehingga memberikan keleluasaan bagi Rooney untuk bergerak dan alhasil gol pun tercipta bagi MU. Situasi pun berbalik menjadi kerugian bagi Liverpool, padahal sebelumnya mereka sangat dominan di pertandingan ini. Hingga peluit akhir dibunyikan, skor bertahan 0-1 untuk keunggulan MU. 


Hasil yang cukup memuaskan, apalagi menang dari rival yang cukup kuat seperti Liverpool. Secara permainan, memang penampilan MU masih kurang memuaskan. Beruntung satu-satunya shoot on target bagi MU berbuah gol. Penampilan David de Gea patut diacungi jempol pada pertandingan ini atas aksinya yang beberapa kali sukses menahan gempuran para punggawa Liverpool. Another Clean Sheet for him. Wayne Rooney pun melanjutkan tren positifnya dengan selalu mencetak gol dalam empat pertandingan terakhir. Selain itu, gol Wayne Rooney tersebut merupakan gol ke-100 MU di Anfield. Hasil ini membuat MU tetap di posisi lima dengan koleksi 37 poin sekaligus menjaga jarak dengan Tottenham Hotspur yang berselisih dua poin di posisi empat. Keep Glory Glory Man. United!

Minggu, 03 Januari 2016

MU AKHIRI PACEKLIK KEMENANGAN PASCA TAKLUKKAN SWANSEA


Glory Glory Man. United! Happy New Years everybody, selamat tahun baru 2016. Semoga di tahun yang baru ini kita semua senantiasa semakin menjadi pribadi yang semakin baik dan bermanfaat. Bagi para fans MU, tampaknya awal tahun ini cukup menyenangkan mengingat tim kesayangannya sukses memetik kemenangan atas Swansea City dengan skor 2-1. Sebuah hasil yang sukses memutus paceklik kemenangan selama bulan Desember 2015. Louis Van Gaal pun dapat bernapas sedikit lega seiring memanasnya isu pemecatan dirinya akibat performa negatif MU dalam beberapa laga terakhir. 

Komposisi pemain yang diturunkan saat melawan Swansea City tidak jauh berbeda dengan saat menghadapi Chelsea. Rooney diturunkan sebagai starter dengan berposisi sebagai striker utama dengan Martial di sayap kiri dan Juan Mata mengisi sisi kanan. Di lini tengah masih ditempati oleh Ander Herrera bersama dengan Schweinsteiger dan Schneiderlin. Kuartet pemain belakang terdiri dari Phil Jones, Cris Smalling, Daley Blind dan Ashley Young. David de Gea juga masih tak tergantikan di bawah mistar MU.


Membutuhkan kemenangan, MU langsung tancap gas dengan melakukan pressure tinggi dan terus menekan pertahanan Swansea. Beberapa kali serangan melalui sisi kanan dengan crossing yang dilepaskan oleh Ashley Young cukup sukses memberikan ancaman pada gawang Swansea. Diantaranya saat Juan Mata dan Wayne Rooney yang sukses memanfaatkan crossing Ashley Young, namun Fabianski yang mengawal gawang Swansea masih cukup sigap menyelamatkan gawangnya. Skor kacamata pun bertahan hingga akhir babak pertama.


Di babak kedua, MU tak mengendorkan serangan. Pergantian pemain dilakukan oleh MU dengan memasukkan Darmian menggantikan Phil Jones. Dia adalah Anthony Martial yang sukses membawa MU unggul 1-0 usai menciptakan gol melalui sundulan kepalanya setelah memanfaatkan crossing Ahley Young. Setelah gol tersebut, MU semakin ganas melakukan serangan. Beberapa percobaan tendangan dari Rooney, Herrera, dan Juan Mata masih belum tepat menemui sasaran. Keasyikan menyerang, MU lupa akan pertahanannya. Petaka datang ketika Sigurdson sukses menyamakan angka melalui sundulan kepalanya setelah memanfaatkan assist dari Modou Barrow. Skor 1-1 tersebut seakan membuat lesu para fans, seakan tim favoritnya akan gagal kembali menuai poin penuh. Wayne Rooney akhirnya menjadi penentu kemenangan usai mencetak gol melalui back-heel dengan assist dari Anthony Martial. Swansea yang sedang dalam kondisi tertinggal terus melakukan serangan. Di masa injury time, Swansea nyaris menyamakan skor andai saja De Gea tidak sigap melakukan penyelamatan. Hingga akhir pertandingan, MU sukses mempertahankan keunggulan dengan skor 2-1. Salut kepada seluruh pemain MU yang bermain hari ini. Semua terlihat energik dan terus melakukan pressure kepada pemain lawan. Anthony Martial tampaknya patut diberi gelar Man of The Match melalui satu gol dan satu assist yang diberikannya pada pertandingan ini. 


Hasil ini tentu saja sangat positif mengingat selama Desember MU tidak pernah memetik kemenangan sehingga posisinya terlempar hingga ke posisi enam. Hasil ini dapat dijadikan momentum untuk mengembalikan MU ke jalur perebutan gelar. Berbicara mengenai perebutan gelar, tampaknya masih terlalu dini, yang lebih penting saat ini adalah menjaga konsistensi permainan agar tidak terpeleset ke dalam jurang kekalahan lagi. Saat ini posisi MU naik ke posisi lima, menggeser Crystal Palace yang baru akan bertanding kontra Chelsea keesokan harinya. Keep Glory Glory Man. United!

Source Picture :
Twitter : @ManUtd; @ManUtd_ID; @indomanutd; @UtdIndonesia; UtdIndonesiaJKT